Aqidah Eps 3 | Bagaimana kita beribadah kepada Allah?

Aqidah Eps 3 | Bagaimana kita beribadah kepada Allah?

Kitab Khudz ‘Aqidataka minal Kitabi was-Sunnah ash-Shahihah (“Ambillah Akidahmu dari Al-Qur’an dan Sunnah yang Sahih”) menekankan bahwa tujuan utama penciptaan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah ﷻ dan menjauhi segala bentuk kesyirikan. Setelah memahami tujuan penciptaan dan makna ibadah, pertanyaan berikutnya adalah: Bagaimana cara kita beribadah kepada Allah?

Prinsip Dasar Ibadah

Ibadah adalah setiap ucapan dan perbuatan, baik lahir maupun batin, yang dicintai dan diridai oleh Allah ﷻ. Namun, ibadah tidak bisa dilakukan sembarangan atau sesuai selera pribadi. Prinsipnya adalah:

“Kita beribadah kepada Allah sebagaimana Allah dan Rasul-Nya perintahkan.”

Allah ﷻ berfirman dalam Surah Muhammad ayat 33:

“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan janganlah kalian membatalkan amalan-amalan kalian.”

Artinya, setiap perintah Allah harus ditaati dan setiap larangan-Nya harus ditinggalkan. Demikian pula, perintah Rasulullah ﷺ wajib diikuti, sementara larangannya harus dijauhi.

Amalan yang Ditolak

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Siapa saja yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan itu tertolak.”
(HR. Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa amalan ibadah hanya diterima bila sesuai dengan tuntunan syariat. Amalan yang dibuat-buat tanpa dasar dari Al-Qur’an dan sunnah justru tertolak.

Taat Jalan Menuju Surga

Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Setiap umatku pasti akan masuk surga, kecuali yang enggan.”

Para sahabat bertanya, “Siapa yang enggan, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab:

“Siapa yang taat kepadaku, maka ia akan masuk surga. Dan siapa yang mendurhakaiku, maka ia sungguh telah enggan (masuk surga).”
(HR. Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa kunci masuk surga adalah ketaatan kepada Rasulullah ﷺ. Sebaliknya, kemaksiatan dan penolakan terhadap sunnah adalah bentuk “enggan” masuk surga.

Kesimpulan

Beribadah kepada Allah bukanlah soal banyaknya amalan semata, tetapi tentang kesesuaian dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Setiap ibadah yang benar adalah yang:

  1. Ikhlas karena Allah semata.

  2. Sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.

Dengan memahami hal ini, kita bisa menjaga diri dari bid’ah dan amalan yang tertolak, serta memastikan ibadah kita benar-benar menjadi jalan menuju ridha Allah dan surga-Nya.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *