Sunnah Nabi 5 | Istinsyaq saat bangun tidur

Sunnah Nabi 5 | Istinsyaq saat bangun tidur

Dalam kitab Al-Minah al-‘Aliyah fi Bayani al-Sunan al-Yaumiyah karya Dr. Abdullah bin Hamud Al-Furah, dibahas salah satu sunnah Nabi ﷺ setelah bangun tidur sebelum terbit fajar, yaitu istinsyak dan istinsar dengan air sebanyak tiga kali.

  • Istinsyak: memasukkan air ke dalam hidung lalu menghirupnya.

  • Istinsar: mengeluarkan kembali air tersebut.

Kadang sebagian dalil hanya menyebutkan salah satunya, misalnya hanya “istinsyak” atau hanya “istinsar”. Namun yang dimaksud adalah keduanya, karena keduanya merupakan satu kesatuan.

Dalil Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, hendaklah ia beristinsar tiga kali. Karena setan bermalam di rongga hidungnya.”
(HR. Abu Hurairah, Bukhari)

Dalam riwayat lain (HR. Bukhari dan Muslim), perintah ini juga disebutkan sebagai bagian dari wudu:

“Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka hendaklah ia berwudu, dan di dalam wudu hendaklah ia beristinsyak tiga kali.”

Perbedaan Pendapat Ulama

  • Pendapat pertama: hukumnya sunnah (mustahab). Alasannya, karena disebutkan hikmah berupa adanya setan di hidung, namun tidak menjadikan seseorang bernajis.

  • Pendapat kedua: hukumnya wajib. Dalilnya, hukum asal perintah syariat adalah wajib kecuali ada dalil lain yang memalingkannya.

Kesimpulannya, meskipun ada perbedaan, praktik ini merupakan sunnah yang sangat ditekankan (sunnah mu’akkadah) dan tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi ﷺ.

Hikmah dan Manfaat

  • Dari sisi syariat: menjaga kebersihan diri dari gangguan setan yang disebutkan dalam hadis.

  • Dari sisi medis: membantu melancarkan pernapasan, membersihkan rongga hidung, serta meningkatkan sirkulasi oksigen ke otak.

Tambahan Riwayat

  • Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa hidung dan telinga adalah “pintu masuk” setan ke dalam tubuh manusia. Dalam sebuah hadis, beliau menyebutkan orang yang tidur sepanjang malam tanpa bangun untuk salat malam, “Itulah orang yang telinganya telah dikencingi oleh setan.” (HR. Bukhari-Muslim).

  • Karena itu, Rasulullah ﷺ juga menganjurkan menutup mulut saat menguap agar setan tidak masuk.

Penutup

Praktik istinsyak dan istinsar bukan sekadar kebersihan fisik, tetapi juga bagian dari sunnah Nabi ﷺ yang memiliki hikmah besar, baik dari sisi agama maupun kesehatan. Meskipun kita belum mengetahui seluruh rahasianya, kewajiban seorang muslim adalah meyakini dan berusaha mengamalkannya.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *