Sunnah Nabi Eps 3 | Amalan Setelah Bangun Tidur

Sunnah Nabi Eps 3 | Amalan Setelah Bangun Tidur

Sunah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Setelah Bangun Tidur

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi wa kafa, washalatu wasalamu ‘ala Rasulihil musthofa, wa ‘ala alihi wa ashabihi, wasallama taslīman mazīdā.

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, atas taufik dan izin-Nya kita kembali dapat melanjutkan pembahasan mengenai amalan-amalan sunah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sehari semalam. Kajian ini disadur dari kitab Al-Minhah al-‘Aliyah fi Bayani as-Sunan al-Yaumiyah karya Dr. Abdullah bin Hamud Al-Furah.

Pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan sebagian sunah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika bangun tidur, yaitu bersiwak dan membaca doa bangun tidur:

“Alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wa ilaihin nusyur.”

Kali ini kita lanjutkan dengan sunah-sunah berikutnya yang dijelaskan dalam hadis riwayat Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma.


Riwayat Ibnu Abbas

Abdullah bin Abbas adalah salah satu sahabat yang banyak meriwayatkan hadis. Meskipun beliau masih kecil ketika Rasulullah wafat, tetapi karena kecerdasan, semangat, dan doa khusus dari Nabi, beliau menjadi sahabat yang ilmunya sangat luas.

Dalam hadis yang muttafaqun ‘alaih (disepakati oleh Bukhari dan Muslim), Ibnu Abbas menceritakan pengalamannya ketika menginap di rumah bibinya, Ummul Mukminin Maimunah radhiyallahu ‘anha, istri Rasulullah.


Sunah-Sunah Rasul Setelah Bangun Tidur

1. Bangun di Pertengahan atau Akhir Malam

Ibnu Abbas menyaksikan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam biasa bangun pada pertengahan malam atau sedikit sebelumnya, atau sedikit setelahnya. Inilah kebiasaan mulia yang banyak ditinggalkan kaum muslimin.

Rasulullah bersabda:

“Hendaklah kalian mengerjakan salat malam, karena salat malam itu adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian.”

Bangun malam untuk salat tahajud adalah tanda kesalehan. Karenanya, mari kita memohon kepada Allah agar dimudahkan untuk menunaikan ibadah malam ini.


2. Duduk dan Mengusap Wajah

Setelah bangun, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam duduk lalu mengusap bekas tidur di wajah beliau dengan tangannya.

Secara lahir, mengusap wajah setelah tidur adalah kebiasaan umum manusia. Namun, jika diniatkan untuk mengikuti sunah Rasul, amalan sederhana ini bernilai ibadah di sisi Allah.

Sufyan ats-Tsauri rahimahullah pernah menasihati:

“Kalau engkau mampu untuk tidak melakukan sesuatu kecuali dengan mengikuti sunah, maka lakukanlah.”


3. Membaca Sepuluh Ayat Terakhir Surah Ali Imran

Setelah itu, Rasulullah membaca 10 ayat terakhir dari Surah Ali Imran, dimulai dari firman Allah:

“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, dan pada pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal …” (QS. Ali Imran: 190–200)

Ini termasuk sunan mahjurah—sunah yang banyak dilupakan oleh kaum muslimin. Karena itu, hendaknya kita berusaha menghafalnya, atau minimal menuliskan ayat tersebut di dekat tempat tidur agar dapat membacanya.

Dalam riwayat Muslim disebutkan, Rasulullah keluar rumah, melihat langit, lalu membaca ayat-ayat tersebut. Artinya, ayat ini bisa dibaca saat bangun di dalam rumah maupun ketika melihat langit di malam hari.


4. Berwudu dengan Sempurna

Setelah membaca ayat tersebut, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menuju geriba (wadah air) lalu berwudu dengan sempurna.


5. Salat Malam

Kemudian beliau mendirikan salat malam. Inilah puncak dari amalan sunah setelah bangun tidur: qiyamul lail dan tahajud.


Ringkasan Sunah Rasul Setelah Bangun Tidur

Dari hadis Ibnu Abbas, dapat dirangkum sunah-sunah berikut:

  1. Bangun malam (pertengahan atau akhir malam).

  2. Duduk setelah bangun dan mengusap wajah.

  3. Membaca doa bangun tidur: Alhamdulillahil ladzi ahyana …

  4. Membaca 10 ayat terakhir Surah Ali Imran.

  5. Berwudu dengan sempurna.

  6. Mendirikan salat malam (tahajud).

Semua amalan ini ringan, tetapi jika dilakukan dengan niat mengikuti Rasulullah, maka bernilai ibadah besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Penutup

Demikianlah sebagian sunah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam setelah bangun tidur. Semoga Allah memberi kita taufik untuk menghidupkan sunah-sunah ini, menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah, serta mengumpulkan kita bersama Rasulullah di surga-Nya kelak.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Leave a Comment

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *